Konfigurasi CAN Bus TunerStudio
Pengantar
Sistem CAN Bus pada Mazduino memungkinkan komunikasi dengan berbagai perangkat eksternal seperti dashboard, sensor, dan kontroler tambahan. Menu CAN Bus menyediakan konfigurasi lengkap untuk komunikasi data engine management.

Menu CAN Bus Overview
- CAN Bus Settings - Mengkonfigurasi baud rate jaringan CAN, ID, dan prioritas pesan untuk komunikasi dengan perangkat eksternal
- CAN Vehicle Speed Sensor - Mengatur data kecepatan kendaraan yang diterima melalui sensor kecepatan berbasis CAN
- CAN O2 Sensors - Mengaktifkan dan mengkonfigurasi sensor oksigen wideband yang berkomunikasi melalui jaringan CAN
- CAN EGT Sensors - Menetapkan dan menskala sensor suhu gas buang (EGT) berbasis CAN
- CAN MS IO-Box Settings - Mengkonfigurasi IO box eksternal untuk memperluas input dan output melalui jaringan CAN
Pengaturan Komunikasi CAN Bus

Konfigurasi Utama
-
CAN Dash Type - Pilih tipe dashboard yang terhubung via CAN. Opsi termasuk None, dashboard custom, atau dashboard predefined seperti yang digunakan dalam motorsports, memungkinkan kompatibilitas dengan display eksternal.
-
Inertia Measurement Unit - Pilih perangkat IMU eksternal jika digunakan. Pengaturan ini memungkinkan integrasi accelerometer dan gyroscope untuk sensing gerakan kendaraan lanjutan, umumnya digunakan dalam mobil balap.
-
CAN Read Enabled - Mengaktifkan ECU untuk menerima dan memproses data dari perangkat di bus CAN, seperti display dashboard atau sensor eksternal.
-
CAN Write Enabled - Memungkinkan ECU untuk mentransmisi data, mengaktifkan interaksi dengan dashboard, perangkat logging, atau sistem kontrol lainnya.
-
Enable rusEFI CAN Broadcast - Mengirim data format standar secara berkala melalui bus CAN untuk perangkat yang terhubung.
-
Enable Extended rusEFI CAN Broadcast - Menyiarkan data tambahan spesifik rusEFI untuk opsi integrasi yang diperluas, berguna untuk setup lanjutan seperti integrasi CAN custom.
-
rusEFI CAN Data Bus - Mendefinisikan apakah broadcast data terjadi di bus CAN pertama atau kedua, mengakomodasi sistem dual-bus.
-
rusEFI CAN Base Address - Alamat memori awal untuk data yang ditransmisi di jaringan CAN. Sesuaikan jika terjadi konflik dengan perangkat lain.
-
rusEFI CAN Data Address Type - Pilih antara format alamat CAN 11-bit (standar) atau 29-bit (extended) berdasarkan persyaratan jaringan. Extended addressing digunakan dalam sistem dengan lebih banyak perangkat.
-
rusEFI CAN Data Period (ms) - Menentukan frekuensi broadcasting data rusEFI. Misalnya, pengaturan 50 ms menghasilkan transmisi data setiap 50 milidetik.
Pengaturan Primary CAN
-
Primary CAN Verbose - Mengkonfigurasi level pesan debugging untuk Primary CAN bus. Berguna untuk mendiagnosis masalah komunikasi.
-
Primary CAN Bitrate - Mengatur kecepatan komunikasi Primary CAN bus. Default adalah 500 kbps, tetapi rate yang lebih rendah atau tinggi mungkin diperlukan untuk setup spesifik.
-
Primary CAN Allow OpenBLT - Mengaktifkan kompatibilitas dengan bootloader OpenBLT, memungkinkan update firmware melalui Primary CAN bus.
Pengaturan Secondary CAN
-
Secondary CAN Verbose - Sama dengan Primary CAN Verbose tetapi berlaku untuk Secondary CAN bus.
-
Secondary CAN Bitrate - Menyesuaikan kecepatan Secondary CAN bus, mencocokkannya dengan persyaratan perangkat yang terhubung.
-
Secondary CAN Allow OpenBLT - Memungkinkan update firmware melalui Secondary CAN bus menggunakan OpenBLT, berguna untuk setup dengan multiple networks.
CAN O2 Sensor Configuration

Konfigurasi CAN Wideband
Enable CAN Wideband: - Bekerja dengan unit wideband AEM atau Mazduino yang dihubungkan melalui CAN - Pilih channel CAN bus tempat wideband terhubung - Jika channel tertukar, aktifkan Swap Channels 1 and 2 - Opsi Force O2 sensor heating dapat mengesampingkan kontrol heating otomatis, meskipun biasanya diatur ke "No"
CAN Indicators: - Menampilkan status operasional sistem wideband - Indikator hijau menandakan operasi yang tepat (mis. Heating Allowed, Communication OK) - Indikator merah menyoroti masalah seperti kegagalan heating atau sensor underheating/overheating
Keuntungan CAN Wideband
- Komunikasi Digital: Menghilangkan noise analog dan memberikan akurasi tinggi
- Multiple Sensors: Mendukung beberapa sensor wideband dalam satu bus CAN
- Diagnostics: Informasi status real-time untuk troubleshooting
- Kalibrasi Otomatis: Sensor CAN umumnya sudah dikalibrasi dari pabrik
CAN Vehicle Speed Sensor
Konfigurasi CAN VSS
-
Enable CAN VSS: Mengaktifkan penggunaan CAN-based Vehicle Speed Sensor (VSS) alih-alih input speed sensor langsung.
-
CAN VSS Type: Memilih tipe kendaraan untuk data kecepatan berbasis CAN:
- BMW e46
- Generic CAN
-
Custom protocol
-
CAN VSS Scaling (ratio): Menyesuaikan faktor skala untuk data CAN VSS agar sesuai dengan kecepatan aktual.
Keuntungan CAN VSS
- Akurasi Tinggi: Data digital memberikan akurasi lebih baik daripada sensor analog
- Integrasi Mudah: Menggunakan data yang sudah tersedia dari ECU OEM
- Reduced Wiring: Mengurangi kebutuhan wiring tambahan untuk sensor kecepatan
CAN EGT Sensors

Konfigurasi EGT
Sensor EGT (Exhaust Gas Temperature) berbasis CAN memungkinkan monitoring suhu gas buang untuk multiple silinder tanpa kompleksitas wiring analog.
- EGT Sensor Assignment:
- Tetapkan setiap sensor EGT ke silinder spesifik
- Konfigurasikan CAN ID untuk setiap sensor
-
Set scaling dan offset untuk kalibrasi yang akurat
-
Temperature Limits:
- Warning temperature untuk proteksi engine
- Critical temperature untuk engine shutdown
-
Hysteresis untuk mencegah false triggering
-
Averaging and Filtering:
- Time constant untuk smoothing pembacaan
- Sample rate configuration
- Error detection dan fallback values
Aplikasi EGT Monitoring
- Tuning Optimization: Monitoring suhu untuk tuning yang aman
- Engine Protection: Deteksi kondisi lean atau overheating
- Performance Analysis: Analisis distribusi suhu antar silinder
- Turbo Protection: Monitoring suhu untuk proteksi turbocharger
CAN IO Box Configuration
MS IO-Box Settings
CAN IO Box memungkinkan ekspansi input/output melalui jaringan CAN, ideal untuk aplikasi yang membutuhkan banyak I/O.
- Box Assignment:
- Konfigurasikan alamat CAN untuk setiap IO box
- Set communication timeout
-
Enable/disable individual boxes
-
Input Configuration:
- Analog input scaling
- Digital input pull-up/pull-down
-
Input filtering dan debouncing
-
Output Configuration:
- PWM output frequency
- Digital output current limits
- Fault detection dan protection
Keuntungan IO Box
- Ekspansi I/O: Menambah kemampuan input/output tanpa ECU yang lebih besar
- Distributed Control: IO dapat ditempatkan dekat dengan sensor/aktuator
- Modular Design: Mudah untuk menambah atau mengurangi I/O sesuai kebutuhan
- Cost Effective: Lebih ekonomis daripada upgrade ke ECU yang lebih besar
Troubleshooting CAN Bus
Common Issues
- Communication Timeout:
- Periksa wiring CAN High/Low
- Verifikasi termination resistor (120Ω di setiap ujung bus)
-
Cek baud rate yang konsisten
-
Message Conflicts:
- Pastikan CAN ID unik untuk setiap perangkat
- Periksa message priority
-
Verifikasi timing configuration
-
Data Corruption:
- Periksa kualitas wiring dan shielding
- Verifikasi ground connections
- Cek interferensi elektromagnetik
Diagnostic Tools
- CAN Bus Monitor: Real-time monitoring pesan CAN
- Error Counters: Tracking error transmit/receive
- Bus Load Analysis: Monitoring utilisasi bandwidth CAN
- Message Logging: Recording untuk analisis offline
Best Practices
Wiring Guidelines
- Twisted Pair Cable: Gunakan kabel twisted pair untuk CAN High/Low
- Proper Termination: 120Ω resistor di kedua ujung bus
- Star Topology: Hindari topologi star, gunakan linear bus
- Cable Length: Maksimum panjang tergantung baud rate
Network Design
- Baud Rate Selection: Pilih rate yang sesuai dengan aplikasi
- Message Priority: Set prioritas berdasarkan kritikalitas data
- Redundancy: Pertimbangkan backup communication untuk sistem critical
- Error Handling: Implement proper error detection dan recovery
Navigasi
Dokumentasi ini mencakup konfigurasi lengkap CAN Bus untuk TunerStudio Mazduino. Implementasi CAN Bus yang tepat memungkinkan sistem engine management yang lebih canggih dengan kemampuan komunikasi dan monitoring yang luas.