Terakhir diperbarui: 8 September 2026

Mazduino Mini 6CH (v1.3D)

Gambaran Umum

Mazduino Mini 6CH v1.3D adalah versi produksi terakhir dari lini Mini 6CH. Secara fungsi board ini sama persis dengan v1.3C — yang berubah adalah rangkaian di sekitar bagian analog dan CAN. Dibangun di sekitar prosesor ARM Cortex-M4 180 MHz 32-bit yang powerful, memberikan manajemen mesin komprehensif dalam faktor bentuk kompak yang cocok untuk mesin 6-silinder atau mesin 4-silinder dengan output arus tinggi tambahan.

Perubahan v1.3D dari v1.3C:

  • Pembacaan Sensor Analog Lebih Stabil: Tegangan acuan untuk pembacaan analog kini punya sumber sendiri, tidak lagi diturunkan dari rail 5V seperti pada v1.3C. Bagian analog juga disuplai lewat jalur terpisah dari bagian digital

  • Terminasi CAN Onboard: Resistor 120 Ω terpasang tetap antara CANH dan CANL (pin 4 dan 21). Lihat catatan penting soal terminasi sebelum menyambung ke bus yang sudah punya terminator

  • JP9 Tanpa Bridge Pabrik: Jumper Knock/PC13 memakai footprint solder jumper terbuka — pada v1.3C sisi Knock sudah tersambung dari pabrik, di v1.3D Anda yang menentukan

Pinout tidak berubah

Pinout konektor 48-pin dan pemetaan pin MCU identik dengan v1.3C (diverifikasi pin per pin dari file desain). Tune dan konfigurasi firmware v1.3C dapat dipakai langsung tanpa perubahan.

Perbaikan yang diwarisi dari v1.3C (relatif terhadap v1.3B):

  • Optimisasi Pin MCU: Pemindahan pin TPS ke PA6 dan Battery/Voltage Reference ke PA7 untuk routing sinyal yang lebih baik

  • Knock Input Tunggal: Konsolidasi dari 2 input knock (PC0, PC1) menjadi 1 input knock (PA3) yang lebih efisien

  • VDrive Ignition Terpisah: Dua jumper VDrive terpisah — satu untuk channel ignition 1-4 dan satu untuk channel ignition 5-6, memberikan fleksibilitas konfigurasi tegangan yang lebih baik

  • Fleksibilitas Channel: 6 channel ignition dan 6 channel injection yang semuanya dapat dikonfigurasi sesuai kebutuhan aplikasi

Mazduino Mini 6ch

Fitur Utama

  • Input trigger utama untuk sensor CKP VR, hall atau optical
  • Input trigger kedua untuk sensor CMP VR, hall atau optical
  • 8 input analog (0-5V) untuk MAP, TPS, IAT, CLT, O2, dan 3 cadangan termasuk input analog khusus untuk TPS2/ETB yang dapat digunakan untuk sensor tekanan bahan bakar atau sensor lainnya
  • Catu daya 5V untuk sensor dengan perlindungan fuse internal
  • 4 input digital pullup untuk AC Switch, VSS, Clutch, Launch Control
  • 8x driver low-side arus tinggi 3A untuk injektor high-impedance, idle PWM (ISC), Boost, VVT dan lainnya
  • 5x driver low-side arus rendah untuk relay utama, pompa bahan bakar, kompresor AC, kipas, dan kontrol tachometer
  • 6x output ignition dengan VDrive terpisah untuk channel 1-4 dan channel 5-6 (masing-masing dapat dikonfigurasi 5V atau 12V)
  • Knock Input: Satu input sensor knock yang dioptimalkan (PA3)

  • ETB Support: Kontrol Electronic Throttle Body dengan TPS1 dan TPS2

  • Dukungan untuk Modul VR Conditioner tambahan

  • Dukungan untuk Modul Stepper Idle tambahan
  • Prosesor 180 MHz ARM Cortex-M4

  • Komunikasi data via CANbus

  • Komunikasi data via USB Type-C
  • Komunikasi Serial RX/TX
  • Konektor otomotif 48-pin
  • Kartu SD untuk data logging

Mazduino Mini 6ch

Konfigurasi Channel 6CH

Mazduino Mini 6CH v1.3D memiliki 6 channel ignition dan 6 channel injection yang seluruhnya dapat dikonfigurasi sesuai kebutuhan aplikasi.

Ignition Channel (6x)

Channel Penggunaan Default Penggunaan Alternatif
Ignition 1-4 Channel pengapian silinder 1-4 —
Ignition 5-6 Channel pengapian silinder 5-6 Switching control 5V atau 12V (on/off atau PWM)

Untuk mesin 4-silinder, channel ignition 5 dan 6 dapat digunakan sebagai output switching control (5V atau 12V) sesuai konfigurasi jumper VDrive 5-6 di bagian bawah PCB.

Injection Channel (6x)

Channel Penggunaan Default Penggunaan Alternatif
Injector 1-4 Channel injektor silinder 1-4 —
Injector 5-6 Channel injektor silinder 5-6 Output low-side arus tinggi cadangan

Untuk mesin 4-silinder, channel injector 5 dan 6 dapat digunakan sebagai output low-side untuk selenoid on/off, kontrol boost, VVT, injeksi air/methanol, atau kontrol PWM lainnya.

Konfigurasi Jumper

Mazduino Mini 6CH v1.3D dilengkapi dengan sistem jumper solder yang memungkinkan kustomisasi fungsi sesuai kebutuhan aplikasi Anda. Jumper ini memberikan fleksibilitas konfigurasi tanpa perlu mengubah firmware, memastikan kompatibilitas optimal dengan berbagai setup mesin.

Mazduino Mini 6ch

Zona Konfigurasi Atas (Kanan)

JP11 - Tachometer Pullup

  • Fungsi: Menentukan tegangan sinyal output tachometer

  • Pilihan: 12V atau 5V

  • Aplikasi: Sesuaikan dengan kompatibilitas dashboard kendaraan Anda

Ignition VDrive 1-4 Jumper

  • Fungsi: Mengatur tegangan sinyal pengapian untuk channel Ignition 1, 2, 3, 4 — Smart Coil Only

  • Pilihan: Sinyal 12V atau 5V

  • Khusus Smart Coil: Jumper ini hanya untuk smart coil dengan driver internal

  • Alternatif: Ketika channel 1-4 digunakan untuk pengapian 4-silinder, channel 5-6 tetap independen

  • PENTING: Dump coil memerlukan IGBT eksternal

Ignition VDrive 5-6 Jumper (sejak v1.3C)

  • Fungsi: Mengatur tegangan sinyal untuk channel Ignition 5 dan 6 secara terpisah dari channel 1-4

  • Pilihan: Sinyal 12V atau 5V

  • Fleksibilitas: Channel 5-6 dapat dikonfigurasi tegangan berbeda dari channel 1-4

  • Penggunaan Alternatif: Saat digunakan sebagai switching control, sesuaikan tegangan (5V atau 12V) dengan kebutuhan beban

  • Lokasi: Bagian bawah PCB (lihat foto jumper)

  • PENTING: Dump coil memerlukan IGBT eksternal

Knock/PC13 Input Selection

  • Mode Knock: Input sensor knock untuk deteksi ketukan mesin

  • Mode PC13: Akses langsung ke pin MCU untuk fungsi custom

  • Pin MCU: Satu input knock yang dioptimalkan pada PA3

  • Berubah di v1.3D: JP9 memakai footprint solder jumper terbuka. Pada v1.3C sisi Knock sudah terhubung dari pabrik; di v1.3D pin 8 tidak tersambung ke mana pun sampai Anda menjembatani salah satu sisi JP9. Jika sensor knock tidak terbaca sama sekali pada board baru, periksa JP9 lebih dulu.

Mazduino Mini 6ch

Zona Konfigurasi Tengah

JP5 & JP4 - Sensor Pullup Configuration

  • JP5: Pullup 5V untuk sinyal CKP (Crankshaft Position)

  • JP4: Pullup 5V untuk sinyal CMP (Camshaft Position)

  • Manfaat: Sinyal trigger yang bersih dan stabil

JP3 & JP2 - Sensor Type Selection

  • JP3: Mode sinyal CKP (VR atau Hall sensor)

  • JP2: Mode sinyal CMP (VR atau Hall sensor)

  • Fleksibilitas: Kompatibel dengan berbagai jenis sensor posisi

Mazduino Mini 6ch

Zona Konfigurasi Kiri

JP6 - Stepper Motor Enable

  • Fungsi: Kontrol aktivasi driver stepper motor

  • Note: Konsultasi skematik untuk konfigurasi optimal

  • Aplikasi: Idle Air Control (IAC) dengan presisi tinggi

JP7 & JP8 - Knock Sensor Filter Bypass

  • Fungsi: Bypass filter internal untuk sensor knock

  • JP7: Bypass filter internal knock stage 1

  • JP8: Bypass filter internal knock stage 2

  • Note: Untuk satu input knock di konektor ECU (pin 8)

Mazduino Mini 6ch

Tips Konfigurasi Jumper

Pengaturan Optimal:

  • Smart Coils 1-4: Gunakan VDrive 1-4 sesuai spesifikasi coil (5V atau 12V)

  • Smart Coils 5-6: Gunakan VDrive 5-6 sesuai spesifikasi coil atau beban alternatif — dapat berbeda dari 1-4

  • Dump/Conventional Coils: Memerlukan IGBT eksternal

  • VR Sensors: Aktifkan pullup dan pilih mode VR untuk sinyal bersih

  • Hall Sensors: Nonaktifkan pullup dan pilih mode Hall

Best Practices:

  1. Pre-Installation: Konfigurasi jumper sebelum instalasi final
  2. VDrive Terpisah: Manfaatkan VDrive 5-6 yang independen untuk aplikasi mixed-voltage
  3. Documentation: Catat konfigurasi jumper untuk referensi masa depan
  4. Testing: Verifikasi sinyal setelah perubahan konfigurasi jumper
  5. Compatibility: Pastikan jumper sesuai dengan hardware yang digunakan

Perhatian Khusus:

  • Jenis Coil Kritis: VDrive hanya untuk smart coil - dump coil butuh IGBT eksternal

  • VDrive Terpisah: VDrive 1-4 dan VDrive 5-6 adalah jumper yang berbeda di bawah PCB

  • Solder dengan Hati-hati: Gunakan suhu solder yang tepat

  • Verifikasi Koneksi: Pastikan sambungan solder yang solid

  • Konsultasi Skematik: Rujuk diagram untuk konfigurasi lanjutan

  • Power Off: Selalu matikan power saat mengubah jumper

Wiring dan Instalasi

Pin Mapping Konektor

Mazduino Mini 6CH v1.3D menggunakan konektor ECU Yamaha 48-pin dengan pin assignment sebagai berikut:

Mazduino Mini 48-pin Connector

Layout Konektor

 1   2   3   4   5   6   7   8   9  10  11  12  13  14  15  16
17  18  19  20  21  22  23  24  25  26  27  28  29  30  31  32
33  34  35  36  37  38  39  40  41  42  43  44  45  46  47  48

Pin Assignment (v1.3D)

Pin Fungsi Deskripsi
1 12V ECU Catu daya utama ECU
2 IDLE1 Output kontrol idle 1
3 IDLE2 Output kontrol idle 2
4 CANH CAN bus high
5 5V Output referensi 5V
6 AC-OUT / AC COMPRESOR Kontrol kompresor AC
7 FUEL PUMP Kontrol relay pompa bahan bakar
8 Knock/PC13 Input sensor knock atau akses pin MCU langsung — pilih lewat JP9, yang di v1.3D datang terbuka
9 VR1- Input VR conditioner 1 negatif
10 VR2- Input VR conditioner 2 negatif
11 Stepper B2 Motor stepper fase B2
12 Stepper B1 Motor stepper fase B1
13 Stepper A1 Motor stepper fase A1
14 Stepper A2 Motor stepper fase A2
15 Injector 5 Injektor 5 atau output low-side arus tinggi cadangan
16 Injector 6 Injektor 6 atau output low-side arus tinggi cadangan
17 Main Relay Kontrol relay utama (low current low side)
18 Spare Analog Input 1 / PPS1 Input analog cadangan 1 atau Pedal Position Sensor 1 untuk ETB
19 VSS Vehicle Speed Sensor
20 AC-IN / AC Switch Input switch AC (Hanya menerima GROUND sebagai sinyal ON)
21 CANL CAN bus low
22 GND Ground ECU
23 FAN Kontrol relay kipas
24 Ignition 6 Channel pengapian 6 atau switching control (5V/12V sesuai VDrive 5-6)
25 Ignition 5 Channel pengapian 5 atau switching control (5V/12V sesuai VDrive 5-6)
26 Ignition 1 Channel pengapian 1
27 Ignition 2 Channel pengapian 2
28 Ignition 3 Channel pengapian 3
29 Ignition 4 Channel pengapian 4
30 TPS Sensor posisi throttle
31 MAP Tekanan absolut manifold
32 Injector 4 Channel injektor 4
33 ETB- Electronic Throttle Body negatif
34 ETB+ Electronic Throttle Body positif
35 Spare Analog Input 2 / PPS2 Input analog cadangan 2 atau Pedal Position Sensor 2 untuk ETB
36 Clutch Input posisi kopling
37 GND Sensor Ground sensor
38 GND Sensor Ground sensor
39 RPM / Tacho Output tachometer
40 Spare Input 3 / TPS2 Input cadangan 3 atau TPS2 untuk ETB
41 VR1+ Sensor VR 1 positif
42 VR2+ Sensor VR 2 positif
43 O2 Sensor oksigen (analog 5V, dari wideband controller analog output 1-5V)
44 IAT Suhu udara masuk
45 CLT Suhu coolant
46 Injector 2 Channel injektor 2
47 Injector 1 Channel injektor 1
48 Injector 3 Channel injektor 3

Pin Mapping MCU (v1.3D)

Pin assignment STM32F427VGT6 untuk v1.3D. Tidak ada satu pun pin yang berpindah dari v1.3C — kolom terakhir mencatat perubahan yang terjadi pada v1.3C relatif terhadap v1.3B, dan dipertahankan di sini untuk pengguna yang datang dari board lama.

Function MCU Pin Perubahan dari v1.3B
Ignition Output 1 PE15 —
Ignition Output 2 PE14 —
Ignition Output 3 PD13 —
Ignition Output 4 PE5 —
Ignition Output 5 PE2 —
Ignition Output 6 PE3 —
Injection Output 1 PD8 —
Injection Output 2 PB15 —
Injection Output 3 PB14 —
Injection Output 4 PB13 —
Injection Output 5 PD9 —
Injection Output 6 PE8 —
MAP Sensor PA0 —
TPS PA6 Dipindah dari PA3
IAT Sensor PA5 —
CLT Sensor PA4 —
O2 Sensor PA1 —
Battery/Voltage Reff PA7 Dipindah dari PA6
Analog Spare Input 1 PB0 —
Analog Spare Input 2 PB1 —
Analog Spare Input 3 PA2 —
AC Input PB5 —
Clutch Input PE12 —
VSS PD7 —
CKP PD3 —
CMP PD4 —
Tacho PC9 —
Fuelpump Relay PC8 —
FAN Relay PA15 —
AC Compresor Relay PC7 —
Main Relay PC5 —
Idle 1 PD10 —
Idle 2 PE9 —
Stepper DIR PD12 —
Stepper ENBL PD14 —
Stepper STEP PD15 —
Knock PA3 Dari PC0+PC1 ke satu input PA3
ETB-DIR PB8 —
ETB-DIS PB9 —
ETB-PWM PA8 —
TXD1 PA9 —
RXD1 PA10 —
TXD3 PB10 —
RXD3 PB11 —
TXCAN PD1 —
RXCAN PD0 —
SD CS PD2 —
SPI3 CLK PC10 —
SPI3 MISO PC11 —
SPI3 MOSI PC12 —

Fitur Khusus v1.3D

Konfigurasi Channel Fleksibel

Ignition 6-Channel:

  • 6-silinder: Gunakan semua channel 1-6 untuk pengapian mesin

  • 4-silinder: Channel 1-4 untuk pengapian, channel 5-6 tersedia sebagai switching control

  • Channel 5-6 Alternatif: Output switching 5V atau 12V sesuai VDrive 5-6, dapat digunakan untuk kontrol selenoid, relay, atau beban lainnya

  • VDrive Terpisah: Channel 1-4 dan 5-6 memiliki konfigurasi tegangan yang independen

Injection 6-Channel:

  • 6-silinder: Gunakan semua channel 1-6 untuk injektor mesin

  • 4-silinder: Channel 1-4 untuk injektor, channel 5-6 tersedia sebagai output low-side cadangan

  • Channel 5-6 Alternatif: Output low-side 3A untuk kontrol boost, VVT, selenoid on/off, injeksi air/methanol, atau aplikasi PWM lainnya

Knock Input (sejak v1.3C)

  • Pin 8 (Knock/PC13): Input sensor knock, dipilih lewat solder jumper JP9 — di v1.3D jumper ini terbuka dari pabrik, jadi harus dijembatani lebih dulu

  • Single Knock Input: Satu input knock (PA3) — dikonsolidasi dari dua input (PC0 + PC1) pada v1.3B

  • Aplikasi: Deteksi ketukan mesin untuk perlindungan dan optimasi timing pengapian

Electronic Throttle Body (ETB)

  • Pin 33 (ETB-): Output negatif untuk kontrol ETB

  • Pin 34 (ETB+): Output positif untuk kontrol ETB

  • Pin 40 (TPS2): Input analog khusus untuk sensor TPS2 yang dedicated untuk ETB

  • Pin 18/35 (PPS1/PPS2): Dual Pedal Position Sensor untuk kontrol ETB

  • ETB Control: PWM (PA8), Direction (PB8), Disable (PB9)

Ignition VDrive Terpisah (sejak v1.3C)

  • VDrive 1-4: Jumper solder untuk tegangan sinyal ignition channel 1, 2, 3, 4 (5V atau 12V)

  • VDrive 5-6: Jumper solder terpisah untuk tegangan sinyal ignition channel 5 dan 6 (5V atau 12V)

  • Lokasi: Keduanya terdapat di bagian bawah PCB

  • Fleksibilitas: Memungkinkan channel 5-6 dikonfigurasi tegangan berbeda dari channel 1-4 sesuai kebutuhan aplikasi

Pembacaan Sensor Analog Lebih Stabil (Baru di v1.3D)

  • Yang berubah: Tegangan acuan untuk seluruh pembacaan analog kini punya sumber sendiri. Pada v1.3C acuan itu diturunkan dari rail 5V, sehingga ikut bergerak mengikuti beban sensor, tegangan aki, dan suhu

  • Suplai Terpisah: Bagian analog disuplai lewat jalur tersendiri dan difilter dari bagian digital, jadi derau dari sisi digital tidak masuk ke pembacaan

  • Dampak: MAP, TPS, IAT, CLT, O2, Battery, dan input analog cadangan lebih stabil dan konsisten — paling terasa pada pembacaan yang dipakai untuk keputusan fueling

  • Tidak Perlu Diatur: Semuanya berada di sisi board, tidak ada jumper atau setelan firmware yang menyertainya

  • Catatan Kalibrasi: Kalibrasi sensor analog dari board v1.3C sebaiknya diperiksa ulang — bukan wajib diubah, tetapi selisih kecil yang selama ini "dikompensasi" di tabel kalibrasi bisa jadi tidak lagi diperlukan

Terminasi CAN Onboard (Baru di v1.3D)

  • R13 (120 Ω): Terpasang tetap antara CANH (pin 4) dan CANL (pin 21). Tidak ada jumper untuk melepasnya

  • Kapan ini benar: ECU berada di ujung bus CAN. Bus CAN yang sehat punya tepat dua terminator 120 Ω, satu di tiap ujung

  • PERHATIAN: Jika ECU dipasang di tengah bus yang kedua ujungnya sudah diterminasi, total resistansi turun ke 40 Ω dan bus bisa gagal berkomunikasi. Pada kasus itu lepas salah satu terminator lain, atau angkat R13 dari board

  • Perangkat Mazduino lain: Racedash dan WBO CAN Controller juga bisa membawa terminatornya sendiri — hitung total terminator di seluruh jaringan, bukan per perangkat

Dukungan VR Conditioner

  • VR1- & VR2-: Pin input untuk modul VR conditioner (DIP 8) - negatif

  • VR1+ & VR2+: Input sensor VR positif

Kontrol Stepper Motor

  • Stepper A1/A2: Output fase A untuk stepper motor (DRV8825)

  • Stepper B1/B2: Output fase B untuk stepper motor

  • Direction/Enable/Step: Sinyal kontrol untuk driver stepper

Panduan Instalasi

  1. Pemasangan: Pasang ECU di lokasi yang tepat dengan pendinginan yang memadai
  2. Koneksi Daya: Hubungkan daya 12V (pin 1) dan ground (pin 22)
  3. Ground Sensor: Gunakan beberapa pin ground sensor (37, 38) untuk sinyal yang bersih
  4. Sensor Posisi Mesin: Hubungkan sensor CKP/CMP atau gunakan input VR sesuai kebutuhan
  5. Knock Sensor: Jembatani JP9 ke sisi Knock lebih dulu (v1.3D datang terbuka), lalu hubungkan sensor knock ke pin 8
  6. ETB Setup: Hubungkan ETB ke pin 33/34 dan TPS2 ke pin 40 jika menggunakan throttle elektronik
  7. AC Switch: Pastikan switch AC hanya memberikan sinyal GROUND untuk kondisi ON
  8. Konfigurasi VDrive: Atur jumper VDrive 1-4 dan VDrive 5-6 secara terpisah di bagian bawah PCB sesuai jenis coil atau beban
  9. Channel Spare: Konfigurasi channel injector 5-6 dan/atau ignition 5-6 sesuai kebutuhan aplikasi
  10. Instalasi Modul: Pasang modul VR-Conditioner dan/atau Stepper jika diperlukan
  11. Verifikasi: Test semua koneksi sebelum startup awal

Catatan Wiring v1.3D

  • Terminasi CAN: R13 (120 Ω) terpasang tetap di board. Pastikan seluruh bus CAN tetap punya tepat dua terminator — lihat Terminasi CAN Onboard

  • JP9 Terbuka: Pin 8 tidak tersambung ke jalur Knock maupun PC13 sampai JP9 dijembatani

  • VDrive Terpisah: Jumper VDrive 1-4 dan VDrive 5-6 berada di bagian bawah PCB — konfigurasi sebelum instalasi final

  • AC Switch Logic: Pin 20 hanya menerima GROUND sebagai sinyal ON — jangan hubungkan 12V langsung

  • TPS Pin MCU: TPS menggunakan PA6 (bukan PA3 seperti v1.3B) — pastikan konfigurasi firmware benar

  • Channel Spare: Pin 15-16 (Injector 5-6) dan Pin 24-25 (Ignition 5-6) tersedia untuk penggunaan alternatif pada mesin 4-silinder

  • Referensi: Informasi wiring sensor tambahan di Speeduino Wiki

Informasi Hardware

Mazduino Mini 6CH v1.3D didesain dengan ARM Cortex-M4 180 MHz sebagai MCU utama, memberikan performa tinggi dengan clock 180MHz. Mendukung beberapa module tambahan seperti VR Conditioner Module dan Idle Stepper Module. Secara bawaan Mazduino Mini 6CH v1.3D hanya mendukung sinyal CKP dan CMP dalam bentuk digital, seperti sensor hall dan optical. Untuk kendaraan yang masih menggunakan VR sensor perlu menambahkan VR Module (atau bisa custom sensor ke hall).

VR Module

Kemudian untuk bagian Idle, Mazduino Mini 6CH v1.3D sudah support Idle PWM, terdapat 2 output dari low side mosfet yang dapat digunakan untuk kontrol IDLE PWM.

Untuk jenis Idle Control yang menggunakan stepper motor diperlukan module tambahan yaitu Idle Stepper Motor Module. Disini bisa menggunakan driver DRV8825.

Stepper Module

Pada v1.3D, bagian analog memakai tegangan acuan tersendiri dan jalur suplai yang terpisah dari bagian digital — keduanya berada di sisi board dan tidak perlu dikonfigurasi pengguna. Board juga sudah membawa resistor terminasi CAN 120 Ω.

Terdapat solder jumper di bagian belakang PCB:

Solder Jumper v1.3D:

  • Tach Pullup: Pullup untuk tachometer/RPM Speedometer menggunakan 12V atau 5V

  • Ignition VDrive 1-4: Tegangan sinyal untuk Ignition channel 1, 2, 3, 4 (12V atau 5V)

  • Ignition VDrive 5-6: Tegangan sinyal untuk Ignition channel 5 dan 6 (12V atau 5V) — terpisah dari jumper 1-4

  • Knock/MCU PC13 (JP9): Opsi input Knock sensor atau langsung ke pin MCU PC13. Di v1.3D jumper ini datang dalam keadaan terbuka — tidak ada sisi yang tersambung dari pabrik, berbeda dengan v1.3C yang default-nya Knock

  • JP4: Pullup trigger CKP/Primary

  • JP5: Pullup trigger CMP/Secondary

  • JP2: Opsi VR atau Hall untuk CKP/Primary

  • JP3: Opsi VR atau Hall untuk CMP/Secondary

  • JP6: Bypass Idle Stepper

  • JP7 & JP8: Bypass filter knock

  • Pullup Launch: Digunakan untuk pullup pada pin spare input 3 jika digunakan untuk tombol aktivasi launch control/input lainnya yang membutuhkan pullup

Software Tuning

Download Software

Download software TunerStudio: TunerStudio Downloads

TunerStudio

Konfigurasi Khusus v1.3D

File konfigurasi v1.3C dapat dipakai apa adanya — pinout keduanya identik.

  • TPS Pin: Pastikan konfigurasi TPS menggunakan PA6 (bukan PA3 seperti v1.3B)

  • Battery/VRef Pin: Pastikan konfigurasi Battery/Voltage Reference menggunakan PA7

  • Knock Detection: Gunakan PA3 untuk konfigurasi knock sensor tunggal

  • ETB Setup: Konfigurasi TPS2 pada pin 40

  • AC Switch Logic: Pastikan konfigurasi AC switch menggunakan logic GROUND untuk ON

  • Pin Mapping: Gunakan file konfigurasi pin mapping khusus v1.3D

Firmware Support

  • rusEFI: Dukungan penuh untuk v1.3D dengan pin mapping yang diperbarui

  • Speeduino: Tidak didukung pada v1.3D — gunakan rusEFI

  • File Konfigurasi: Tersedia di halaman download

Wiring Diagram

Wiring Sensor

Sensor Wiring

Catatan: Pastikan AC Switch hanya menggunakan sinyal GROUND untuk kondisi ON

Injector Wiring

Injector Wiring

Ignition Wiring

Ignition Wiring

Catatan Penting v1.3D

Persyaratan Sistem Pengapian

  • Smart Coils: Koneksi langsung didukung — VDrive 1-4 dan VDrive 5-6 dapat dikonfigurasi tegangan berbeda (5V atau 12V per grup)

  • Dump Coils: IGBT eksternal diperlukan; VDrive jumper tidak digunakan untuk dump coil

Migrasi dari v1.3C

  • Firmware/Tune: Tidak ada yang perlu diubah — pinout konektor dan pemetaan pin MCU identik

  • JP9: Jembatani sisi Knock jika Anda memakai sensor knock; board tidak lagi datang dengan sisi itu tersambung

  • CAN: Periksa jumlah terminator di jaringan sebelum menyambung — board ini membawa 120 Ω sendiri

  • Kalibrasi Analog: Periksa ulang kalibrasi sensor analog; referensi ADC-nya kini presisi, bukan pembagi resistor

Migrasi dari v1.3B

  • TPS: Update ke PA6 (dari PA3) — wajib diubah di konfigurasi firmware

  • Battery/VRef: Update ke PA7 (dari PA6) — mengikuti perubahan TPS

  • Knock: Hanya satu input (PA3) — hapus konfigurasi knock kedua jika ada

  • VDrive: Konfigurasi ulang jumper VDrive 1-4 dan VDrive 5-6 di bagian bawah PCB secara terpisah

Download firmware dan file konfigurasi

Wiring Harness

Rekomendasi ukuran kabel per pin untuk Mazduino Mini 6CH v1.3D, lengkap dengan rekap jumlah kabel tiap ukuran, tersedia di Rekomendasi Ukuran Kabel Harness.